Oleh : Prayitno Ramelan29 September 2008
Pengusaha dari daratan Tiongkok kembali membuat kejutan yang menakutkan seantero penduduk bumi ini. Alkisah ada perusahaan susu di Cina yang mencampur bahan kimia melamin kedalam adonan susu bubuknya. Sebagai akibat racun melamin tersebut, tercatat di Cina ada 4 bayi yang meninggal, 158 mengalami gagal ginjal dan 13.000 bayi lainnya harus menjalani perawatan.
Apa sebenarnya Melamin itu?
Kita umumnya mengenal sendok melamin, centong melamin, dingklik melamin, ya alat-alat rumah tangga itu. Tapi yang ini lain, Melamin dalam susu dan makanan Cina tadi bukan sendok atau centong yang dioplos dalam susu, tapi ini adalah senyawa organik bersifat basa dengan rumus kimia C3H6N6. Bayangkan dalam senyawa tadi kandungan nitrogennya tercatat sebesar 66%. Melamin ini biasanya digunakan untuk membuat lem, plastik dan juga pupuk. Yang diributkan karena dicampurkan kedalam susu dan makanan tadi adalah Melamin yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik.
Para pengusaha susu dan makanan nakal tadi menggunakan Melamin sebagai tindakan manipulasi terhadap pengecekan kandungan protein didalam susu encer oplosan mereka agar tetap dikategorikan normal kadar proteinnya . Tindakan berbahaya yang tidak memikirkan akibatnya kepada manusia yang mengkonsumsinya dilakukan mereka sebagai upaya menjaga normalnya tingkat kandungan protein yang turun pada saat susu dioplos dengan air.
Penggunaan melamin dalam makanan sebenarnya sudah dilarang. Walau hingga kini studi tentang efek kepada manusia belum ada, tetapi percobaan yang dilakukan pada hewan membuktikan melamin ini sangat berbahaya. Bila melamin dikonsumsi dan tercampur dengan asam sianurat, maka akan terbentuk kristal yang bisa juga jadi batu ginjal. Pada hewan percobaan, batu ginjal tadi menyumbat dan dapat menghentikan produksi urine, akibatnya adalah terjadinya kasus gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian.
Kasus nyata dan mirip/serupa juga pernah terjadi secara luas tahun lalu, dimana produsen mengoplos melamin dalam makanan hewan. Akibatnya ratusan anjing dan kucing mati, ribuan lainnya menderita gagal ginjal. Kasihan juga hewan-hewan tadi, karena belum ada cuci darah untuk hewan.
Selain susu produk Cina, ada beberapa makanan dan permen yang juga dikabarkan dicampur melamin. Oleh karena itu maka kita sebagai masyarakat yang sering percaya saja kepada makanan yang dipasarkan, kini harus jauh lebih hati-hati. (periksalah sebelum makan). Jangankan melamin yang tidak terlihat, dinegara kita banyak juga spekulan yang menjual daging busuk diolah ulang, barang/makanan kadaluarsa, minuman beracun, tahu dicampur formalin, obat palsu, wah macam-macam makanan yang kadaluarsa dan palsu dan beracun.Yang jadi korban ya akhirnya kebanyakan rakyat kecil juga yang kurang pengetahuan, pikirannya hanya satu asal murah dan “bisa” membeli.
Marilah kita tingkatkan kewaspadaan lagi , kita jaga anak dan keluarga kita, jangan makan dan jajan sembarangan. Bayangkan kalau kemasukan melamin, gagal ginjal, mesti cuci darah, butuh jutaan…jahat sekali ya pengusaha itu, mungkin tidak pernah tahu yang namanya neraka kali. Iya memang tidak tahu, karena kan keyakinannya lain.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat tidak mengonsumsi produk dengan merek di bawah ini, sebelum ada penjelasan tentang hasil pengujian dari BPOM. Berikut daftar produk makanan mengandung susu asal China yang terdaftar di (BPOM), (Sumber : Media Indonesia - 24 September 2008) :






















